Kamis, 07 April 2016

NORMALISASI PADA DATABASE

Nama  : I Nyoman Badung Nakula Wardana
NIM    : 15101145
Kelas  : Sistem Basis Data H (SBD H)


1.       DEFINISI NORMALISASI PADA DATA BASE

Normalisas merupakan proses untuk mendapatkan struktur tabel atau relasi yang efisien dan bebas dari anomali. Anomali adalah penyimpangan atau keanehan dari suatu data base dan mengacu pada cara item dikelompokkan ke dalam struktur record. Dengan normalisasi database yang ambigu akan dihilangkan sehingga tercipta suatu database yang efisien.

2.       TUJUAN DILAKUKAN NORMALISASI

1.    Optimalisasi struktur-struktur tabel.
2.    Meningkatkan kecepatan.
3.    Menghilangkan pemasukan data yang sama.
4.    Lebih efisien dalam penggunaan storage.
5.    Mengurangi redundansi (kesamaan data).
6.    Menghindari anomali (keanehan / penyimpangan pada saat melakukan select, insert, delete, update).
7.    Meningkatkan integritas data.

3.     FUNCTIONAL DENPENDENSY

Functional dependency merupakan relasi yang menggambarkan ketergantungan antar attribut dalam suatu relasi. Suatu attribute dikatakan functionally dependent pada yang lain jika kita menggunakan harga atribut tersebut untuk menentukan harga atribut yang lain.


Sebagai Contoh:

Tabel Nilai


Ketergantungan fungsional dari tabel Nilai di atas adalah :
·         NIM  NamaMhs
NIM menentukan Nama Mahasiswa karena NIM yang sama menunjukkan nama Mahasiswa yang sama.

·         {Matakuliah,NIM} NilaiHuruf
Kenapa harus Matakuliah dan NIM kok tidak NIM saja atau Matakuliah saja.Karena kalau hanya NIM saja satu NIM dapat memiliki 2 nilai, Jika Matakuliah saja juga terdapat banyak nilai, oleh karena itu kita menggunakan Matakuliah dan NIM untuk menentukan Nilai Huruf.
1.     BENTUK-BENTUK NORMALISASI BESERTA CONTOHNYA

  First normal form (1NF)
  Second normal form (2NF)
  Third normal form (3NF)
  Boyce-codd normal form (BCNF)

1.       Normal Form (1NF)

Bentuk normal yang pertama atau 1NF mensyaratkan beberapa kondisi dalam sebuah database, berikut adalah fungsi dari bentuk normal pertama ini.

Menghilangkan duplikasi kolom dari tabel yang sama.
Buat tabel terpisah untuk masing-masing kelompok data terkait dan mengidentifikasi setiap baris dengan kolom yang unik (primary key).
Contoh Normalisasi Database 1NF :



dari manual bon pembelian diatas kita dapat menjadi bentuk normal pertama dengan memisah-misahkan data pada atribut-atribut yang tepat dan bernilai atomik, juga seluruh record / baris harus lengkap adanya.


2.      Normal form (2NF)
Syarat untuk menerapkan normalisasi bentuk kedua ini adalah data telah dibentuk dalam 1NF, berikut adalah beberapa fungsi normalisasi 2NF.
Menghapus beberapa subset data yang ada pada tabel dan menempatkan mereka pada tabel terpisah.
Menciptakan hubungan antara tabel baru dan tabel lama dengan menciptakan foreign key.
Tidak ada atribut dalam tabel yang secara fungsional bergantung pada candidate key tabel tersebut.
Contoh normalisasi database bentuk 2NF :



Bentuk normal kedua dengan melakukan dekomposisi tabel diatas menjadi beberapa tabel dan mencari kunci primer dari tiap-tiap tabel tersebut dan atribut kunci haruslah unik.


3.      Normal Form (3NF)
Normalisasi database dalam bentuk 3NF bertujuan untuk menghilangkan seluruh atribut atau field yang tidak berhubungan dengan primary key. Dengan demikian tidak ada ketergantungan transitif pada setiap kandidat key. Syarat dari bentuk normal ketiga atau 3NF adalah :
Memenuhi semua persyaratan dari bentuk normal kedua.
Menghapus kolom yang tidak tergantung pada primary key.
Contoh Normalisasi Database Bentuk 3NF
Bentuk normal ketiga mempunyai syarat, setiap relasi tidak mempunyai atribut yang bergantung transitif, harus bergantung penuh pada kunci utama dan harus memenuhi bentuk normal kedua (2 NF).



4.      BCNF Boyce–Codd normal form
Merupakan sebuah teknik normalisasi database yang sering disebut 3.5NF, memiliki hubungan yang sangat erat dengan bentuk 3NF. Pada dasarnya adalah untuk menghandle anomali dan overlooping yang tidak dapat di handle dalam bentuk 3NF. Normalisasi database bentuk ini tergantung dari kasus yang disediakan, tidak semua tabel wajib di normalisasi dalam bentuk BCNF.

Selasa, 05 April 2016

PENERAPAN SISTEM INFOMASI PADA PT. TOYOTA ASTRA MOTOR


Nama : I Nyoman Badung Nakula Wardana
NIM   : 15101145
Kelas  : Sistem Basis Data H (SBD H)


Disini saya akan memberikan sebuah jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh dosen saya, yaitu tentang penerapan sistem informasi pada PT. TOYOTA ASTRA MOTOR, langsung saja kita kepembahasan. 

1. TUJUAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI PADA PT. TOYOTA ASTRA MOTOR

Tujuan dari penerapan sistem informasi pada PT. TOYOTA ASTRA MOTOR yaitu untuk membantu seluruh proses bisnis yang sedang dijalankan. Sistem informasi dapat mendukung manajemen strategis dr sebuah perusahaan untuk mencapai target meningkatkan keuntungan, alasannya antara lain :
a) Dapat mencangkup seluruh fungsi bisnis baik manufactur,pemasaran,finansial,level menejemen, dan lainnya.
b) Sebagai sarana pengumpulan, pengolahan, dan distribusi data antar komponen dalam organisasi perusahaan.
c) Sebagai penyedia data atau informasi baik yang dari internal maupun eksternal perusahaan untuk mendukung proses “decision making” yang lebih cepat dan aktual pada berbagai level dalam organisasi.
d) Mempermudah komunikasi antar fungsi sehingga lebih mudah berkoordinasi dalam pengambilan keputusan
e) Memungkinkan efisiensi jumlah pegawai karena beberapa pegawai dapat merangkap dengan jabatan administratifnya.

2. BENTUK DATA YANG DIOLAH PT. TOYOTA ASTRA MOTOR

Bentuk data yang digunakan pada PT. TOYOTA ASTRA MOTOR yaitu spreadsheet. Spreadsheet adalah buah program aplikasi komputer interaktif untuk organisasi dan analisis data dalam bentuk tabel. Spreadsheet dikembangkan sebagai simulasi komputerisasi akuntansi lembar kertas. Program ini beroperasi pada data yang direpresentasikan sebagai sel dari array, yang diselenggarakan dalam baris dan kolom.

3. PROSES PENGOLAHAN DATA PADA PT. TOYOTA ASTRA MOTOR

Dalam aplikasi MDP Online di PT TOYOTA ASTRA MOTOR  ini terdapat tiga aktor, yaitu Admin Gudang, Admin Toyota dan Manajer.Adapun tugas dari admin gudang yaitu memiliki hak akses untuk mengelola data mobil dan mengelola data user.Admin Toyota memiliki hak akses untuk mengelola data kedutaan dan data pelanggan.Sedangkan untuk manajer memiliki hak akses untuk mengubah status dokumen dan melihat laporan penjualan.

Proses pengelolaan data master  berfungsi untuk mengolah data master sehingga dapat mempermudah dalam pengolahan data transaksi dan juga dalam pembuatan laporan.
Proses pengelolaan data master meliputi:
1)      Mengelola data pelanggan oleh bagian wiraniaga dan service adviser.
2)      Mengelola data mobil oleh bagian service adviser.
3)      Mengelola data stok mobil oleh bagian gudang.
4)      Mengelola data jasa oleh bagian service adviser.
5)      Mengelola data suku cadang oleh bagian gudang.
6)      Mengelola data ketentuan kredit oleh bagian manager.
7)      Mengelola data pegawai oleh bagian personalia.

4. INFORMASI YANG DIHASILKAN Oleh PT.TOYOTA ASTRA MOTOR

Sistem informasi MDP Online yang diimplementasikan di PT. Toyota Astra Motor bertujuan untuk menangani distribusi data MDP kepada  main dealer atau dealarmengenai data kendaraan yang diproduksi untuk membantu  main dealer atau dealer, memberikan janji delivery kepada customer. Untuk dapat merencanakan aktivitas penjualan dengan baik sehingga dapat mencapai target yang telah ditetapkan, PT. Toyota Astra Motor memberikan informasi mengenai produk kendaraan yang didistribusikan setiap bulannya melalui  Monthly Delivery Plan (MDP).

5. MANFAAT DARI INFORMASI YANG DIBERIKAN

Manfaat dari infomasi yg diberikan adalah peningkatan janji delivery kepada  pelanggan yang membuat para pelanggan lebih yakin untuk membeli dan merasa nyaman jika ingin membeli kendaraan dari PT. TOYOTA ASTRA MOTOR.

6. PENGETAHUAN YANG DIDAPAT

Jadi dari informasi yang telah dibahas pada PT. TOYOTA ASTRA MOTOR kita menjadi tahu bahwa perangkat lunak yang tersedia dapat sangat membantu kegiatan di beberapa fungsi bisnis perusahaan, yang memudahkan perusahaan dalam mengolah berbagai data untuk memberikan data-data yang akurat serta lebih efektif dan efisien didalam pengolahan data yang bertujuan untuk meningkatkan profit perusahaan dengan cara menggunakan perangkat lunak tersebut.






Refrensi

http://antho-765.mhs.narotama.ac.id/2012/06/13/jawaban-uas-semester-genap-20112012-sistem-informasi-fe-reguler-a/

http://margani.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/12/25/faktor-penyebabkegagalan keberhasilan-sistem-informasi-perusahaan-jawaban-uat-sim-no-2/

http://bram10.blogspot.co.id/2013/12/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html?m=1

Ariefiani R.  2010. Faktor penentu kesuksesan dan kegagalan pengembangan
sistem informasi di suatu perusahaan.

Murdaningsih A. 2009. Analisis Pengaruh Partisipasi pemakai terhadap
Kepuasan Pemakai Sistem Informasi dalam Pengembangan Sistem Informasi dengan Dukungan Manajemen Puncak, Komunikasi Pemakai-Pengembang, Kompleksitas Sistem, Kompleksitas Tugas, pengaruh Pemakai sebagai Variabel Pemoderasi[skripsi]. Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi, Universitas Muhammadiyah. Surakarta.